This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 20 April 2015

Karya Ilmiah dan Non Ilmiah

 Karya Ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah (bahasa inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Bentuk-bentuk Karya Ilmiah

Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.

2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.

3. Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.

Ciri-ciri Karya Ilmiah

  1. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
  2. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
  3. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup.
  4. Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

Macam-macam karya ilmiah

  1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
  2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
  3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.

Sikap Ilmiah

  1. Sikap Ingin Tahu : apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya; senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiea; kebiasaan menggunakan alat indera sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah; memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.
  2. Sikap Kritis : Tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat, kebiasaan menggunakan bukti – bukti pada waktu menarik kesimpulan; Tidak merasa paling benar yang harus diikuti oleh orang lain; bersedia mengubah pendapatnya berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
  3. Sikap obyektif : Melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias pribadi dan tidak dikuasai oleh pikirannya sendiri. Dengan kata lain mereka dapat mengatakan secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai subjek.
  4. Sikap ingin menemukan : Selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru; kebiasaan menggunakan eksprimen-eksprimen dengan cara yang baik dan konstruktif; selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
  5. Sikap menghargai karya orang lain, Tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.
  6. Sikap tekun : Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya meragukan’ tidak akan berhenti melakukan kegiatan –kegiatan apabila belum selesai; terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
  7. Sikap terbuka : Bersedia mendengarkan argumen orang lain sekalipun berbeda dengan apa yang diketahuinya.buka menerima kritikan dan respon negatif terhadap pendapatnya.

Karya Non Ilmiah

Pengertian Karya non Ilmiah

Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri-ciri karya non ilmiah

a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.

Jenis-jenis karya non ilmiah

  • Dongeng
  • Cerpen
  • Novel
  • Drama
  • roman.

 

Perbedaan karya ilmiah dengan karya non ilmiah


Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.

Pertama
Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.

Kedua
Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.

Ketiga
Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah.
Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian. Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis.



Sumber :
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
  • https://girlycious09.wordpress.com/tag/ciri-ciri-karya-ilmiah/
  • http://www.academia.edu/8593563/PERBEDAAN_KARYA_ILMIAH_DAN_NON_ILMIAH

 
 

Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa inggris :  scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Karakteristik Metode Ilmiah

Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan-pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam table. Digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi.
 Umumnya terdapat empat karakteristik penelitian ilmiah :
  1. Sistematik. Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
  2. Logis. Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bias dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus), atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
  3. Empirik. Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.
  4. Replikatif. Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

Langkah-langkah metode ilmiah

Langkah-langkah yang terdapat pada metode ilmiah antara lain:
  1. Memilih dan mendefinisikan masalah
  2. Survey terhadap data yang tersedia
  3. Memformulasikan hipotesa
  4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa
  5. Mengumpulkan data primer
  6. Mengolah, menganalisa serta membuat interpretasi
  7. Membuat generalisasi dan kesimpulan
  8. Membuat laporan
Pelaksanaan metode ini meliputi enam tahap, yaitu :
  1. Merumuskan masalah.
  2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Sering juga disebut mengkaji teori atau kajian pustaka.
  3. Menyusun hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara yang berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau telaah pustaka.
  4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.
  5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistic untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidk dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal.
  6. Menguji kesimpulan untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan dan perlu juga dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji mendukung hipotesis, maka hipotesis itu bias menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.

 Sumber : 
  • http://sheilynurfajriah.blogspot.com/2013/04/pengertian-karakteristik-dan-langkah.html
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah

 

Senin, 30 Maret 2015

Penalaran Deduksi dan Induksi

Penalaran

 

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Definisi Penalaran Menurut Para Ahli :
  1. Keraf (1985: 5) berpendapat bahwa Penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.
  2. Bakry (1986: 1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
  3. Suriasumantri (2001: 42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.
     
Ada dua jenis penalaran ilmiah yang berkaitan dengan penulisan ilmiah yaitu :

1. Penalaran  Induktif
Penalaran induktif adalah suatu metode berpikir dari hal yang bersifat khusus menjadi bersifat umum.  

2. Penalaran deduksi
Metode berpikir deduksi adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Pengertian Induktif sendiri adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.

Sedangkan pengertian dari deduksi adalah sebuah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat kalimat penjelas. 

Hal-Hal yang berhubungan dengan Induktif yaitu :


  • Generalisasi :
    Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunkan dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara atau studi dokumentasi.
  • Hubungan Kausal : Menurut hokum kausalitas semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjalin dalam rangkaian sebab akibat. Tidak ada satu gejala atau kejadian yang muncul tanpa penyebab.
  • Analogi : Analogi dilakukan karena antara sesuatu yang diabandingkan dengan pembandingnya memiliki kesamaan fungsi atau peran. Melalui analogi, seseorang dapat menerangkan sesuatu yang abstrak atau rumit secara konkrit dan lebih mudah dicerna. Analogi yang dimaksud adalah anlogi induktif atau analogi logis. Analogi induktif ( kias ) adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena titik tolak penalaran ini adalah kesamaan karakteristik diantara dua hal, maka kesimpulannya akan menyiratkan “ apa yang berlaku pada satu hal akan berlaku pula untuk hal lainnya “ dengan demikian dasar kesimpulan yang digunakan merupakan ciri pokok atau esensi yang berhubungan erat dari dua hal yang dianalogikan.  

Contoh Kasusnya yaitu :
- Kucing berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
- ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.



Hal-hal yang berhubungan dengan deduksi yaitu :

  • Silogisme : Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduksi. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
  • Entimen : Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.  

Contoh Kasusnya yaitu :

Semua mahluk akan mati.

Manusia adalah mahluk.

Karena itu semua manusia akan mati.

Contoh di atas merupakan bentuk penalaran deduksi. proses penalaran itu berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, generalisasi sebagai pangkal tolak. Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus tertentu. Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus khusus itu. Deduksi menggunakan silogisme dan entimem.


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://faizrachim.blogspot.com/2014/03/penalaran-induktif-dan-deduktif.html
https://obyramadhani.wordpress.com/2010/05/16/cara-berfikir-deduktif/

Rabu, 11 Februari 2015

KPK vs POLRI

Banyak pemberitaan yang menayangkan tentang kedua kubu antara kpk dan polri yang sedang memanas. Seperti kita ketahui ketegangan ini kemudian dikhawatirkan akan memantik kembali api perseteruan “cicak vs buaya” yang pernah terjadi pada tahun 2009 silam, Istilah "Cicak Vs Buaya" berasal dari mantan Kepala Bareskrim Polri, Susno Duadji, yang mengibaratkan  KPK sebagai cicak sementara Kepolisian sebagai buaya.
Banyak pihak menilai politis keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus penerimaan hadiah dan transaksi mencurigakan.
Termasuk Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon juga mengkritik keputusan Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) menjadikan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka. Menurutnya, KPK sering tidak memiliki landasan yang jelas dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka.
"Tidak pernah diperiksa kok bisa menjadi tersangka. Itu sangat sumir," kata Fadli, Senin (19/1).
Budi Gunawan, misalnya, ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus yang terjadi pada 2006 dan di saat Budi telah mendapat persetujuan presiden sebagai calon Kapolri.
Fadli mengingatkan, KPK untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya. KPK jangan terjebak permainan politik dalam menegakan hukum. Dia juga meminta KPK untuk berhenti mengeluarkan pernyataan-pernyataan politis.
"Penegak hukum tidak usah banyak omong," ujar Fadli.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait transaksi-transaksi mencurigakan dengan tersangka Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan.

KPK memanggil Direktur Penyidikan Pidana Umum Badan Reseserse Kriminal (Dirtipidum Bareskrim) Polri Brigjen Pol Drs Herry Prastowo dan dosen utama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Kombes Pol Drs Ibnu Isticha sebagai saksi untuk tersangka Budi Gunawan di Jakarta, Senin.

"Keduanya diperiksa untuk tersangka BG (Budi Gunawan)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha, Senin (19/1).

Sebelumnya Ketua KPK menyatakan bahwa kasus tersebut akan dipercepat agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Komjen Pol Budi Gunawan masih menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri meski sudah disetujui oleh DPR sebagai pengganti Kapolri Jenderal Pol Sutarman.

Namun Presiden Joko Widodo pada Jumat (16/1) memerintahkan Wakapolri Komjen (Pol) Badrodin Haiti untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab Kapolri.

Dalam perkara ini, KPK sudah mencegah empat orang pergi keluar negeri, mereka adalah Budi Gunawan; anaknya Muhammad Herviano Widyatama; asisten Budi yaitu anggota Polri Iie Tiara serta pengajar Widyaiswara Utama Sespim Lemdikpol Inspektur Jenderal Pol Syahtria Sitepu sejak 14 Januari 2015.
Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Rabu 14 Januari 2015, mengungkapkan bahwa untuk mencegah terulangnya insiden Cicak vs Buaya, pimpinan KPK telah bertemu Kapolri, Jenderal Polisi Sutarman, guna memaparkan apa yang terjadi saat ini.

"Saya sudah ketemu Kapolri. Ada beberapa pernyataan menarik. Satu, ini bukan kasus yang sama seperti dulu. Dua, Kapolri menyatakan menghormati proses yang sedang berjalan," kata Bambang.

Bambang menambahkan, Kapolri dan perwira tinggi Mabes Polri cukup paham dan mengerti dengan kasus yang menimpa Komjen Pol Budi Gunawan.

"Kami memberitahukan bahwa seorang pejabat tinggi polri aktif sudah ditingkatkan statusnya jadi tersangka. Kami menghendaki konsolidasi kedua lembaga ini harus tetap dilakukan," ujar Bambang.

KPK menetapkan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai tersangka dugaan gratifikasi saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi SSDM Mabes Polri tahun 2004-2006 dan jabatan-jabatan lainnya di Polri.

Penetapan jenderal berbintang tiga ini cukup mengejutkan, karena ia sebentar lagi akan menjadi orang nomor satu di tubuh Kepolisian.
 
Sumber : 
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/577875-kpk-yakin-cicak-vs-buaya-tak-terjadi-di-kasus-budi-gunawan
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/15/01/19/nieos6-kpk-tetapkan-budi-gunawan-tersangka-fadli-zon-tidak-usah-banyak-omong

Pro dan Kontra Pembatasan Harga Tiket Pesawat Murah

Berbicara mengenai masalah pembatasan harga tiket pesawat murah banyak pro dan kontra didalamanya. Menurut menteri perhubungan Ignaus Jonan , beliau memiliki alasan mengeluarkan kebijakan pengaturan tarif batas murah. Tarif batas bawah diatur 40% dari tarif batas atas, sehingga maskapai tidak bisa menjual tiket murah. Jonan tidak ingin maskapai mengabaikan aspek keselamatan karena harga tiket yang dijual terlalu murah.

Menurut Jonan, dirinya tidak akan mengubah kebijakan tersebut, kecuali ada keputusan yang menyebutkan kebijakan tersebut melanggar ketentuan seperti persaingan usaha. Jonan menegaskan, kebijakan tersebut murni terkait keselamatan penerbangan. "Saya nggak urus bisnis. Saya urusi keselamatan dan pelayanan transportasi," terangnya.

Praktis, kini, masyarakat pengguna penerbangan domestik, sudah tidak bisa menikmati tiket murah lagi. Pemerintah melarang semua maskapai penerbangan domestik jor-joran tiket murah. Lha, siapa yang dirugikan? Wartawan Surabaya Pagi, di Jakarta Umar Satrio, melaporkan.

Selama ini, Batik air, grup Lion, misalnya, pada penerbangan normal, mematok tarip Rp 560 ribu. Ini untuk kelas ekonomi Surabaya-Jakarta. Sementara Garuda, juga kelas ekonomi, rute yang sama Rp 1,2 juta. Business class Rp 3,8 jutam Bisa jadi tak lama lagi, Batik Air memasang tarip RP 900 ribu dan Garuda Rp 1,6 juta. Semuanya untuk kelas ekonomi. Sementara kelas business, Garuda bisa menjual Rp 4,2 juta dan Batikair, Rp 2 juta. Mahalkah tarip tiket sebesar ini. "Masih lebih murah dibanding tiket di Amerika Serikat," kata Menhub Jonan, di Jakarta, Kamis kemarin (8/1). Tarif itu pada posisi batas atas.

‎"Di Amerika, Los Angeles ke Arizona sama persis 1 jam 5 menit, harga tiket US$ 260-340. Coba bayangkan," tegas Alwi. Dengan menggunakan kurs dolar AS Rp 12.000, biaya tiket pesawat Los Angeles-Arizona adalah Rp 3,1-4 juta.

Itu sebabnya, berdasarkan pertimbangan keselamatan, biaya operasional maskapai penerbangan yang mencakup harga perawatan pesawat, bahan bakar, gaji pegawai, dan aspek lainnya, pemerintah menetapkan tarif batas bawah tak boleh kurang dari 40% tarif batas atas.

"Anda tahu fuel consumption Boeing 737.800? Itu 32% untuk BBM saja. Bagaimana maintenance overhaul, hal-hal lain? Termasuk penyusutan pesawat dan sebagainya," jelas Alwi.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator transportasi baru mengeluarkan kebijakan pengaturan tarif batas bawah untuk maskapai penerbangan. Tarif batas bawah dipatok 40% daripada tarif batas atas.

Pertimbangan tarip baru ini, mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan selama perjalanan sehingga angkutan udara bisa sampai di tujuan dengan selamat. Mengingat, dengan tarip baru, maskapai dapat meraih pendapat yang cukup untuk membiayai keselamatan penerbangan.

"Ini penting karena disampaikan masyarakat. Lebih baik kita nggak berangkat daripada nggak tiba. Maka safety kita jaga paling depan sehingga apapun yang ditetapkan dikaitkan dengan safety. Kita nggak ingin meresikokan nyawa orang," kata Kapuskom Kemenhub J.A. Barata di Kemenhub, Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Sebelum terbit aturan ini, Kemenhub masih membuka pintu bagi maskapai untuk mengajukan permintaan program tiket promosi yang bisa dijual dengan harga sangat murah seperti Rp 0.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan secara resmi telah mengeluarkan peraturan tentang penetapan tarif batas atas penumpang kelas ekonomi untuk angkutan udara berjadwal di dalam negeri. Peraturannya bernomor 91 Tahun 2014. Peraturan ini merupakan kunci dari pembatasan penjualan tiket murah, karena Jonan mematok tarif batas bawah sebesar 40% dari tarif batas atas.

Ini merupakan perubahan kedua atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 51 Tahun 2014 tentang mekanisme formulasi perhitungan dan penetapan tarif batas atas penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

Pada aturan ini ditetapkan sebagai berikut: Pasal 1 Ayat 1. Badan usaha angkutan udara wajib menetapkan besaran tarif normal; Ayat 2. Tarif normal sebagaimana dimaksud pada ayat 1 merupakan tarif jarak terendah sampai dengan tarif jarak tertinggi; Ayat 3. Tarif normal sebagaimana dimaksud pada ayat 1 tidak boleh melebihi tarif jarak tertinggi yang ditetapkan oleh menteri dan sesuai kelompok pelayanan yang diberikan; Ayat 4. Badan usaha angkutan udara dalam menetapkan tarif normal serendah-rendahnya 40% dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan yang diberikan

Peraturan baru ini berlaku untuk semua penerbangan domestik, dan mulai berlaku sejak ditandatangani pada tanggal 30 Desember 2014. Sedangkan untuk penerbangan internasional aturan ini tidak berlaku.

"Ketentuan ini mulai berlaku sejak ditandatangani," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Muhammad Alwi di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Dengan demikian Pasca terbit aturan baru ini, praktis tidak ada ruang bagi maskapai domestic yang akan menawarkan tiket murah yang lebih rendah dari batas bawah. Sebelum terbit aturan ini, Kemenhub masih membuka pintu bagi maskapai untuk mengajukan permintaan program tiket promosi yang bisa dijual dengan harga sangat murah seperti Rp 0. n

Sumber :
http://brita.indo.com/2015/01/ini-alasan-menhub-jonan-batasi-harga-tiket-pesawat-murah/
http://www.surabayapagi.com/index.php?read~Tiket-Surabaya-Jakarta,-Bisa-Rp-1,6-Juta;166a3e7c8c1687aa2f79b27d6158561769c7e58a695614304006975d40

Teknologi Informasi Komputer di Balik Black Box

Hallo berbicara tentang Black Box pasti tidak jauh dengan pesawat terbang . Yups , Black Box adalah suatu alat yang digunakan dalam bidang transportasi yang berfungsi merekam data penerbangan (flight data recorder,FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder,CVR) yaitu untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau ATC serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan.
Awalnya ide pembuatan Black Box diambil dari sebuah alat tape recorder yang berukuran saku , untuk dilanjutkan menjadi alat yang merekam semua arus komunikasi dalam penerbangan. Alat rekaman ini kemudian dimasukkan ke dalam kotak baja yang kuat untuk menjaga agar tidak ikut hancur ketika kecelakaan pesawat.  Kotak ini kemudian dilapisi asbes tahan api sehingga kabel-kabelnya tidak ikut rusak karena panas.
Alat perekam data penerbangan ini , umumnya menggunakan pita perekam selayaknya kaset pada tape recorder . Namun perkembangan baru, kini telah digunakan FDR ataupun CVR yang merekam menggunakan chip memori khusus.
Muncul kekhawatiran pembicaraan para pilot selama penerbangan tersiar ke masyarakat umum dan disalahgunakan. Untuk mengatasi ini, dibuatkan komputer khusus yang disambungkan ke perekam. Dengan bantuan grafik, bisa dihasilkan gambar dari setiap kejadian.
Dalam perkembanganya. FDR dan CVR tidak lagi menggunakan magnetic tape sebagai media penyimpanan informasinya melainkan dengan menggunakan Microchip Solid State. Hal ini dikarenakan beberapa keunggulan dibandingkan dengan magnetic tape diantaranya :
  1. Solid state mampu merekam data FDR sekitar 700 parameter, sedangkan magnetic tape hanya hanya sekitar 100 parameter.
  2. Solid state mampu merekam data CVR selama 22 jam/siklus, sedangkan magnetic tape hanya mampu 30 menit/siklus.
Untuk dapat dianalisis, data dan FDR dan CVR dibaca dengan menggunakan peralatan dan piranti lunak khusus. Di Amerika Serikat, hal ini dilakukan di laboratorium badan keselamatan transportasi nasional National Transportation Safety Board (NTSB), yang memperoleh Read Out System dan Software dan pembuat Black Box. Proses ini dapat memakan waktu mingguan bahkan berbulan-bulan. Hasil analisa dan Black Box bukanlah satu-satunya sumber untuk dapat menyimpulkan penyebab suatu kece-lakaan. Para penyelidik di Indonesia yang dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) harus menggabungkan dan mengsinkronisasikannya dengan berbagai macam temuan lainnya untuk dapat menyimpulkan secara utuh dan komprehensif. Badan Otoritas Penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA)mewajibkan pesawat terbang komersial merekam sedikitnya 11 hingga 29 parameter, tergantung dari ukuran pesawat yang kemudian aturan ini diperbaharui pada tanggal 17 Juli 1997. Pesawat yang dibuat sesudah tanggal 19 Agustus 2002 diwajibkan untuk memiliki Black Box untuk merekam sedikitnya 88 parameter.
Seiring dengan perkembangan teknologi, Black Box (Kotak Hitam) ini juga terus dioptimasi agar fungsinya bisa semakin maksimal. Contoh kecil dahulu awal-awal ditemukan alat perekamnya masih menggunakan pita kaset biasa sekarang sudah diubah menjadi sebuah chip yang memiliki memori yang khusus, bahkan ada yang mengusulkan tidak hanya bisa merekam suara (voice), kedepan sebuah Black Box (Kotak Hitam) bisa dilengkapi dengan video recorder untuk merekam aktivitas pilot dan co pilot pada detik-detik menjelang kecelakaan.

Sumber : 
http://firstynurhafitry.blogspot.com/2015/01/teknologi-informasi-dan-informasi.html

Teknologi Pendeteksi Keberadaan Black Box AirAsia QZ8501

1. Black Box Air Asia QZ8501 Terdeteksi Tiga Kapal Pencari
Tim penyelam mencoba mengangkat ekor pesawat Air Asia QZ8501. Sinyal black box (kotak hitam) pesawat Air Asia QZ8501 mulai terdeteksi di tengah-tengah upaya pengangkatan bagian ekor pesawat. “Ya betul ada terdeteksi, 1 km arah timur dari penemuan ekor,” ujar Direktur operasional Basarnas SB Supriyadi, Ahad (11/1). Sinyal black box, ujarnya, terdeteksi oleh tiga kapal yang berada tidak jauh dari ekor pesawat. Posisi kotak hitam yang berada di luar kotak hitam itu, disebutnya karena diduga terlempar dari bagian ekor pesawat yang hilang kontak pada 28 Desember 2014 lalu itu. Ketiga kapal yang berhasil menemukan sinyal black box pesawat Air Asia tersebut, yaitu Baruna Jaya, Java Interior, dan Geo Survey. “Ini lagi mau dicek dengan melakukan penyelaman. Lagi kita kirim penyelam dari kapal KN Pacitan ke kapal-kapal itu,” kata Supriyadi.
2. Baruna Jaya Fokus Temukan Kotak Hitam
Kapal Baruna Jaya IV BPPT bergerak melakukan pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di perairan Belitung, Ahad (28/12). Kapal riset Baruna Jaya I diminta fokus menemukan kotak hitam pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di perairan Teluk Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng). Perekayasa madya BPPT Yudo Haryadi melalui sambungan telpon kepada Antara di Pangkalan Bun, Kalteng, Minggu mengatakan penekanan pencarian Baruna Jaya I dari Basarnas untuk mencari kotak hitam dulu. Pergerakan kapal riset ini pun, menurut dia, berada di bawah koordinasi Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). “Ada tiga kapal yang membawa ‘pinger locator’ yang di berada di lokasi pencarian dan itu dikoordinasikan oleh KNKT,” ujar dia. Sejauh ini, menurut dia, “pinger locator” Baruna Jaya I baru menangkap indikasi signal atau ping kotak hitam pesawat yang dicari di beberapa lokasi. Namun belum ada yang terkonfirmasi hingga pencarian hari ke-14. Saat ini, Yudo mengatakan Baruna Jaya I masih mencoba mencari atau menangkap signal dari kotak hitam di radius yang tidak begitu jauh dari penemuan ekor pesawat. “Pinger locator” dapat menangkap signal dari kotak hitam sekitar enam kilometer. Kapal riset ini, menurut dia, masih “disiplin” menyisir sektor prioritos kedua untuk menemukan kotak hitam sesuai dengan arahan Badan SAR Nasional. Sebelumnya, Direktur Operasional Basarnas Marsekal Pertama SB Supriyadi mengatakan kotak hitam yang menyimpan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) dari pesawat Air Asia QZ8501 diduga telah terpisah dari ekor pesawat. “(Kotak hitam) tidak ada (di ekor pesawat). Jadi kemungkinan sudah berpisah dengan ekornya,” katanya. Hanya saja, ia mengatakan letak pasti dari benda yang mengeluarkan signal tersebut belum dapat ketahui. “Letaknya belum bisa kita pastikan, masih berupa kemungkinan-kemungkinan. Namun beberapa kapal pencari yang membawa ‘pinger locater’ menangkap signal yang berada satu kilometer (km) sebelah tenggara dari ekor pesawat yang telah ditemukan,” ujarnya. “Lebih dan kurangnya seperti itu, sehingga sekarang upaya mendeteksi dengan pinger ini terus dilakukan supaya dapat lokasinya yang tepat, sehingga nanti penyelam bisa turun ke lokasi yang tepat,” ujar dia
3. Sinyal Ping QZ 8501 Diduga Berhasil Diidentifikasi
Potongan bagian ekor pesawat AirAsia QZ8501 setelah berhasil diangkat dari dasar laut dengan menggunakan “floating bag” oleh tim penyelam gabungan TNI AL dan ditempatkan di atas kapal Crest Onyx, di perairan Laut Jawa, Sabtu (10/1). Kapal riset Baruna Jaya I (BJ1) tengah mengidentifikasi sinyal PING yang diduga kotak hitam pesawat Air Asia QZ 8501 yang jatuh di perairan Teluk Kumai, Kalimantan Tengah (Kalteng). Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi dan Pengembangan Sumberdaya Alam Ridwan Djamaluddin dalam keterangannya di Teluk Kumai, Kalteng, Ahad (11/1), mengatakan temuan sinyal tersebut berada sekitar empat kilometer (km) dari area temuan ekor pesawat Air Asia QZ 8501. Ia menduga kuat obyek tersebut adalah kotak hitam yang tengah menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan. Saat ini, ada tiga Kapal Survei yang dikoordinasikan Basarnas yang tengah melakukan verifikasi terhadap dugaan obyek kotak hitam tersebut. “Mudah-mudahan tidak salah. Karena tiga alat dari tiga kapal, ketika memanggil, pingnya menjawab dari kotak hitam,” katanya. Sementara itu Penanggung Jawab Puskodal Operasi Baruna Jaya I BPPT Imam Mudita mengatakan dugaan obyek tersebut berada sekira 4,5 km dari area temuan ekor pesawat Air Asia QZ 8501. “Frekuensi kotak hitam 37,5 khz, terus kita dengarkan dan dipantau koordinatnya,” ujar dia. Sebelumnya, Direktur Operasional Basarnas Marsekal Pertama SB Supriyadi mengatakan kotak hitam yang menyimpan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) dari pesawat Air Asia QZ 8501 diduga telah terpisah dari ekor pesawat. “(Kotak hitam) tidak ada (di ekor pesawat). Jadi kemungkinan sudah berpisah dengan ekornya,” katanya. Hanya saja, ia mengatakan letak pasti dari benda yang mengeluarkan signal tersebut belum dapat ketahui. “Letaknya belum bisa kita pastikan, masih berupa kemungkinan-kemungkinan. Namun beberapa kapal pencari yang membawa ‘pinger locater’ menangkap signal yang berada satu kilometer (km) sebelah tenggara dari ekor pesawat yang telah ditemukan”. “Lebih dan kurangnya seperti itu, sehingga sekarang upaya mendeteksi dengan pinger ini terus dilakukan supaya dapat lokasinya yang tepat, sehingga nanti penyelam bisa turun ke lokasi yang tepat,” ujar dia.
  1. Black Box Air Asia QZ8501 Diperkirakan Berada 4 Kilometer dari Ekor  Pesawat
Serpihan pesawat Air Asia QZ8501 disimpan di ruang Disasater Victim Identification (DIV) Polri di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, Kamis (8/1). (Antara/Prasetyo Utomo) Kapal riset Baruna Jaya I (BJ1) tengah mengidentifikasi sinyal PING yang diduga kotak hitam pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di perairan Teluk Kumai, Kalimantan Tengah. “Temuan sinyal tersebut berada sekitar empat kilometer dari area temuan ekor pesawat Air Asia QZ 8501,” terang Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi dan Pengembangan Sumberdaya Alam Ridwan Djamaluddin, Ahad (11/1). Ia menduga, obyek tersebut adalah kotak hitam yang tengah menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan. Untuk memastikannua, tiga kapal survei yang dikoordinasikan Basarnas tengah memverifikasi obyek tersebut. “Mudah-mudahan tidak salah. Karena tiga alat dari tiga kapal, ketika memanggil, ping-nya menjawab dari kotak hitam,” katanya. Sementara itu Penanggung Jawab Puskodal Operasi Baruna Jaya I BPPT Imam Mudita mengatakan dugaan obyek tersebut berada sekitar 4,5 km dari area temuan ekor pesawat AirAsia QZ 8501. “Frekuensi kotak hitam 37,5 khz, terus kita dengarkan dan dipantau koordinatnya,” ujar dia.

Sumber : 
http://abarky.blogspot.com/2015/01/pencarian-black-box-airasia-qz8501.html
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html